1

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Januari 2016

Tentang Dirimu

Oleh: Akhmad Luthfi
Malam sepi ini takkan bisa membuatku kaku
Direlung hati ini, aku masih merindukanmu
Hanya kaulah satu-satunya yang membekas di hatiku
Yang saat ini masih kutunggu dirimu

Hati yang sepi ini, masih tetap menanti
Hinggapnya cintamu sehidup semati
Dan cobalah untuk sedikit mengerti
Rasa cinta suci ini, kan selalu setia tuk menemani

Dimanapun kau berada
Cintamu kan slalu melekat di dada
Takkan pernah sirna walau kita telah tiada
Dan akan tetap terus ada hingga akhir dunia

Senin, 04 Januari 2016

Sore Itu

Oleh: Muhammad Zainudin Aklis
Ketika waktu telah berserah untuk menghadap magrib, aku membaca sebuah status facebook yang menyebabkan hatiku tersentak luluh tanpa perlawanan hingga meneteskan air mata. Padahal,

Untukmu, Ketahuilah

Oleh: Widyanita Anggar V.
Suatu saat kau akan tau au akan merasa
Kau akan mengerti
Ketika aku tak lagi memperhatikanmu
Tak lagi menyemangatimu
Dan tak lagi di sampingmu
Seketika itulah kamu akan tau

Bisikan

 Oleh: Arifin Oce
Hujan telah mengetuk genting rumahku petang ini
Sedeng angin
Membisikkan tuk aku segera menemuinya
Membawakan segelas minumanDan meneguk bersamanya petang ini

Bersamanya

Oleh: Arifin Oce 

Ingin aku segera berlari
Mengambil setangkai mawar
Untuk kupersembahkan padanya
Waktu tak mengijinkan malam ini
Waktu pula yang menjadi jarak

Sabtu, 02 Januari 2016

Ilusi

Oleh: Saiful Huda

Dalam kegelapan sahabat
Air tetes itu tiada terlambat
Ladang-ladang impian dulu
Datang menghantui dalam pilu

Cinta

 Oleh: Lina Muntasiroh

Cintaku padamu akan terus berdesir
Bahkan ketika kehidupan sudah berakhir..
Aku bisa lebih setia dari udara
Yang tulus kau hela senantiasa

Betapa cukup cinta sebagai bekal

Tentangmu

 Oleh: Lina Muntasiroh

Keindahanmu melebihi semesta nya
Kesabaranmu ajarkanku berbagai macam problema
Diammu cermatiku penuh makna
Tawamu ajak aku menilai setiap goresan kesedihan
Lisanmu kehendaki agarku mampu melebihimu
Setarai langkahmu
Kurangi kesalahanmu
Kau terlalu indah ketika aku hanya tulis kan beberapa sajak saja 

Mengabadikanmu dalam momen apapun 
 mana bisa?
Cukuplah aku doakanmu
Sempilkan bait-bait harapan tiap akhir sujudku
Ringankan alur dengan rencana yang tak kau tahu
Dan itu caraku
Mendapatimu tanpa menyentuh

Diammu

Oleh: Lina Muntasiroh
 
Aku tahu tentang segala kemurahanmu didalam diammu
Aku tau caramu mengasihiku didalam diammu
Aku tahu bagaimana marahmu didalam diammu
Dan aku tah
Memang begitu caramu
Tapi aku suka

Malang

Oleh: Lina Muntasiroh

Malang
Kata yang dulunya aku selalu terngiang
Mengharap akan ada kisah disana
Namun pupus karena kilometer yang tak lagi mampu terhitung
Jogja
Tempat miris yang membuat aku terbuai
Dan lagi-lagi
Hasrat tak mampu melawan restu
Satu-satunya hawa yang tak rela terjeda
katanya Semarang
Pilihan atas terusan kemampuan

Yang kiranya aku akan menuai keberhasilan yang sama

Jogja Punya Cerita

Oleh: Lina Muntasiroh 
Tentang kebersamaan
Ketika baris pergerakan melambai untuk diperindah
Dan saat itu juga sahabat menghadirkan jiwa